Agustus 04, 2026, 08:28 WIB
Last Updated 2026-08-04T02:22:08Z

Abdul Hakim Bantah Isu Menyangkut Dirinya Sebagai Pelaku Kejahatan Seksual

Advertisement

 

Gambar ini hanya ilustrasi. mengupload gambar narasumber dapat menimbulkan tekanan mental ditengah isu menerpanya

Penakhatulistiwa.id (Sekadau) - Abdul Hakim, seorang perawat di Sekadau, memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan yang beredar menyebut dirinya sebagai pelaku kasus kekerasan sex terhadap anak dibawah umur. Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar sama sekali.




 

Kepada media ini, Abdul Hakim menyatakan bahwa pemeriksaan yang ia lakukan terhadap anak tersebut adalah murni tindakan medis dan sudah dilakukan sesuai prosedur standar pelayanan kesehatan.





"Saya juga meminta izin sebelum memeriksanya, karena saya melihat ada tanda-tanda aneh terhadap diri anak tersebut (kelainan kesehatan)," kata Abdul Hakim, saat ditemui Awak Media Penakhatulistiwa.id dikediamannya Selasa 4 Agustus 2026.





 

"Saya tegaskan dengan tegas, saya tidak melakukan tindakan yang dituduhkan. Saya tidak hal yang sebagaimana dituduhkan. Yang saya lakukan adalah pemeriksaan medis yang menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai tenaga kesehatan," tegas Abdul Hakim.



 

Ia menjelaskan kondisi saat pemeriksaan berlangsung: ruangan sangat sempit, pintu dalam keadaan rusak, serta badan anak tersebut justru lebih besar daripada dirinya. Semua tindakan pemeriksaan sudah sesuai dengan prosedur 



 

"Kalau seandainya ada tindakan tidak pantas yang saya lakukan, anak itu bisa saja memberontak dan kabur dengan sangat mudah. Apalagi saat itu banyak pasien yang menunggu di luar," jelasnya.




 

Pemeriksaan itu pun berlangsung sangat singkat, tidak lebih dari 10 menit. Isinya hanyalah percakapan dan obrolan biasa. Abdul Hakim mengaku sengaja menasehati anak tersebut karena ia mengetahui perilaku anak itu.



 

"Saya hanya menasehatinya. Tidak ada hal lain. Saya sangat terkejut ketika keluar dari ruangan, tiba-tiba sudah beredar berita bahwa saya telah menyodomi anak tersebut," ungkapnya.

 




Dari hasil pemeriksaan juga Abdul Hakim mengungkapkan bahwa ada tanda-tanda bahwa diduga anak tersebut memiliki kelainan medis. Meski demikian ia tidak mau menyimpulkan karena itu privasi pasien.



Ia juga mempertanyakan sikap pihak keluarga yang langsung menyebarkan tuduhan tanpa mengonfirmasi kepadanya terlebih dahulu.




 

"Saya meminta kepada pihak keluarga untuk mengklarifikasi langsung kepada saya sebelum membuat kesimpulan atau menyebarkan spekulasi yang merugikan nama baik saya," ujarnya.



 

Abdul Hakim menginginkan persoalan ini diselesaikan dengan cara yang baik. Dan diskusi karena ini menyangkut masa depan seorang anak.



Abdul Hakim menegaskan bahwa dirinya sering menangani pasien dengan keluhan yang sama mulai dari pria maupun wanita, dan semua ditanganin dengan prosedur yang sama. 



Oleh karena itu sebelum mereka berobat saya melakukan pendekatan emosional agar si anak tersebut tidak malu menceritakan kepada saya tentang kebiasaan-kebiasaan buruknya. 



Reporter: Is