Juni 14, 2026, 13:15 WIB
Last Updated 2026-06-14T06:15:15Z

Kepala Desa Landau Kodah Hadiri Rakernas APDESI Merah Putih 2026

Advertisement
Kiki Chostha Vhernantdez bersama sejumlah rekan kepala desa asal Sekadau saat menghadiri APBDESI


Penakhatulistiwa.id (Serang Banteng) -
13 Juni 2026 Kepala Desa Landau Kodah, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Kiki Choshta Vhernantdez, turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih yang berlangsung pada Rabu–Kamis, 10–11 Juni 2026, di Aston Hotel & Convention Center, Kota Serang, Banten.


Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Sinergi Merah Putih untuk Memperkuat Peran Desa dalam Pembangunan Strategis Nasional”, diikuti lebih dari ribuan kepala desa dan pengurus dari seluruh Indonesia yang menaungi sekitar 75 ribu desa di tanah air .



Dalam sambutannya, Ketua Umum APDESI Merah Putih Anwar Sadat menegaskan bahwa desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama penggerak ekonomi lokal, pencipta lapangan kerja, dan tulang punggung ketahanan pangan nasional . Rakernas membahas strategi pengembangan ekonomi desa, kemitraan usaha, transformasi digital, penguatan koperasi, serta penyelarasan program dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto .



Menurut Kiki Choshta Vhernantdez, keikutsertaannya bertujuan menyerap informasi kebijakan nasional, membangun jejaring kerja sama, serta membawa pulang gagasan yang bisa diterapkan di Desa Landau Kodah.



“Kami ingin memastikan pembangunan desa sejalan dengan arah kebijakan pusat. Hasil rakernas akan kami sosialisasikan ke warga dan disusun menjadi program prioritas: pengembangan pertanian, peningkatan nilai tambah hasil bumi, serta penguatan lembaga ekonomi desa,” ujarnya.



Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap semangat APDESI Merah Putih agar desa di wilayah perbatasan dan pedalaman seperti di Sekadau bisa terus berkembang dan mandiri.



Rakernas ditutup dengan kesepakatan untuk melaksanakan sosialisasi hasil pertemuan mulai Juli 2026 ke seluruh kabupaten dan kecamatan se-Indonesia.