Maret 03, 2026, 22:06 WIB
Last Updated 2026-03-03T15:06:21Z

Selat Hormuz Ditutup, Menteri ESDM: BBM Tetap Aman 20 Hari Kedepan

Advertisement

 

Foto tangkapan layar YouTube Kementrian ESDM



Penakhatulistiwa.id (Jakarta) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan Pers usai rapat internal Kementerian Mengenai Situasi Geopolitik Timur Tengah dan Dampaknya terhadap Pasokan Energi. Selasa 3 Maret 2026


"Kita melihat perkembangan terkini di Timur Tengah, khususnya setelah serangan udara Israel ke fasilitas strategis Iran pada 28 Februari 2026 dan konfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei oleh AS. Ini telah menyebabkan ketegangan meningkat dan berdampak pada dinamika pasar energi global, harga minyak mentah Brent sempat menyentuh level USD 82,37 per barel. Selat Hormuz yang merupakan jalur vital untuk sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, saat ini kondisi nya memang menjadi perhatian kita semua," kata Bahlil


Mengenai Cadangan Energi Nasional Bahlil mengatakan Masyarakat tidak perlu panik meski ada ancaman gangguan rantai pasokan.


"Cadangan BBM nasional kita masih aman untuk 20 hari ke depan. Hingga saat ini, arus impor minyak mentah dan BBM belum mengalami gangguan signifikan. Saya mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu kelangkaan yang beredar di media sosial."

Indonesia mengimpor minyak mentah hingga satu juta barel per hari, Lanjut Menteri. dan sebagian darinya memang berasal dari kawasan yang lewat Selat Hormuz.

"Sebelumnya, sekitar 20-25% impor kita berasal dari Afrika, Angola, Amerika, Brazil, selebihnya dari Timur Tengah yang lewat Selat Hormuz. Namun dengan dinamika yang ada, kita mengambil alternatif terjelek, skenario nya sekarang, crude dari Middle East sebagian dialihkan ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan. Soal impor dari AS, sudah ada kesepakatan yang ditandatangani dan kita beri rentang waktu sekitar 60 hari.

Sampai hari ini, sebagian pasokan sudah kita ambil dari AS, terutama untuk kebutuhan elpiji (LPG). PT Pertamina Patra Niaga juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan dua perusahaan energi asal Amerika Serikat, Hartree Partners LP dan Phillips 66, untuk pasokan minyak mentah serta LPG hingga 2,2 juta metrik ton sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah dan menekan risiko gangguan distribusi akibat konflik geopolitik."


"Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, Pertalite, itu mau naik berapa pun tetap harganya sama. Sebelum ada perubahan dari pemerintah, tidak akan ada kenaikan. Sementara itu, BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan tetap bergerak mengikuti dinamika pasar atau bersifat fluktuatif, berdasarkan dinamika harga pasar yang ada dan yang sudah terjadi sebelumnya. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM agar masyarakat tenang jalani puasa dan lebaran. Jadi aman-aman saja, hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan harga BBM."


"Sampai hari ini tidak ada masalah dengan postur subsidi, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah. Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN). Setelah itu, baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian komprehensif dari DEN, yang akan menjadi dasar kebijakan berikutnya. Pemerintah terus melakukan pemantauan harian terhadap distribusi energi nasional dan berkoordinasi intensif dengan pelaku usaha serta operator kilang."pungkasnya

Reporter: is
Sumber: Laman resmi Kementrian ESDM RI