Januari 08, 2026, 20:13 WIB
Last Updated 2026-01-08T13:13:18Z

Banjir Menggenangi 2 Kecamatan di Sekadau, Lebih dari 11 Ribu Jiwa Terdampak

Advertisement

 

Gambar ini diedit dengan AI sebagai ilustrasi/ gambar asli ada pada halaman rilis 

Penakhatulistiwa.id (Sekadau) - Sebanyak 3.545 kepala keluarga (KK) atau sekitar 11.583 jiwa terdampak banjir yang melanda Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Bencana ini terjadi pada Kamis (8/1/2026) sejak pukul 03.00 WIB dan masih berlangsung hingga saat laporan diterima pada pukul 18.00 WIB.


 

Petugas BPBD, TNI dan Polri saat menelusuri daerah terdampak banjir

Daerah yang terkena dampak adalah Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Nanga Mahap. Banjir disebabkan oleh curah hujan lebat hingga sangat lebat yang terjadi mulai malam hari Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 20.00 hingga dini hari pukul 01.00 WIB, yang membuat Sungai Sekadau meluap ke permukiman penduduk.


 

Di Kecamatan Nanga Taman, sebanyak 2.882 KK dengan 9.779 jiwa terdampak meliputi 10 desa, yaitu Nanga Taman, Nanga Mongko, Meragun, Senangak, Sungai Lawak, Rirang Jati, Nanga Koman, Nanga Kiungkang, Nanga Mentukak, dan Semerawai. Sedangkan di Kecamatan Nanga Mahap, seluruh korban berasal dari Desa Lembah Beringin dengan jumlah 663 KK atau 1.804 jiwa.


 

Sebagian wilayah pusat kecamatan Nanga Taman Sekadau

Rata-rata ketinggian air banjir berkisar antara 0,5 hingga 2 meter di berbagai wilayah desa. Beberapa lokasi menunjukkan penurunan tinggi air, namun sebagian lainnya justru mengalami kenaikan akibat kiriman banjir dari daerah hulu.

 



Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pihaknya telah segera mengambil langkah penanganan. 



"Kami melakukan koordinasi dengan OPD dan instansi terkait, menurunkan personil ke lokasi, melakukan monitoring, evakuasi, pengumpulan data, serta memberikan himbauan kepada warga untuk tetap waspada," ujarnya.

 



Dampak yang terjadi antara lain aktivitas masyarakat terganggu, ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, serta kerusakan pada jalan, jembatan, dan fasilitas umum. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman, namun sebagian besar tetap bertahan di rumah meskipun terendam.



 

BPBD juga memberikan rekomendasi untuk memperkuat koordinasi antar instansi, menambah personil dan peralatan penanganan bencana, serta mempercepat penetapan status darurat bencana. Penanganan banjir saat ini dilakukan secara bersama oleh BPBD, POLRI, TNI, Dinas DPKP, serta pihak kecamatan dan desa.

 

 

 

Reporter: is