Oktober 21, 2021, 13:06 WIB
Last Updated 2021-10-21T06:06:29Z

Puncak HSN Ponpes Alrahmah Apel 1000 Santri Bupati Bacakan Sambutan Kemenag RI

Advertisement
PENAKHATULISTIWA.ID, (SEKADAU)-
Puncak Perayaan Hari Santri Nasional (HSN), di Pondok Pesantren Al-Rahmah Kabupaten Sekadau, Berjalan Dengan Lancar Serta Meriah. Kamis(21/10/21) 08:20 wib pagi.

Dengan agenda Apel Seribu Santri, dihadiri oleh Bupati Sekadau, Aron, SH. Dihalaman Ponpes Al-Rahmah Sekadau
Diperkirakan lebih dari seribu santri, dari beberapa lembaga ikut hadir dalam giat tersebut. Acara berlangsung meriah setelah kedua perguruan silat antara Perguruan Bela Diri Tiga Serangkai dan Gasmi secara bergantian melakukan pertunjukan dan atraksi dihadapan para tamu undangan.
Sebelumnya acara dibuka dengan mendengarkan lagu kebangsaan indonesia raya, mars subanul wathon, serta mars HSN.

Bupati sekadau yang hadir saat itu sekaligus semagai pembina apel seribu santri, membacakan sambutan dari Kementrian Agama Republik Indonesia(Kemenag RI) H Yaqud Cholil Qoumas,
"AssaIamu'alaikum WarahmatuIIahi Wabarakatuh
Saudara-saudara santri diseluruh Tanah Air yang saya banggakan,
Dalam suasana memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober 2021, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, semoga rahmat, berkah, dan perlindungan-nya senantiasa menyertai kita semua," jelas Bupati

"Saudara-saudara sekalian,
Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan lndonesia.
Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan," 
Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun kita rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda.
Untuk peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini mengangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga," pungkas Aron

"Maksud tema Santi Sraga Jiwa Raga adalah bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.
Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran lslam rahmatanlil'alamin serta tradisi luhur bangsa lndonesia.


"Bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan lndonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan lndonesia.

Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk lndonesia. Oleh karena itu, santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk lndonesia.
Jadi, Siaga Jiwa Raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai 'tirakat'lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan diera pandemi Gorona Virus Desease (COVID-19) seperti sekarang ini, dimana kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Doa).
Hal ini juga perlu diperhatikan oleh masyarakat lndonesia padaumumnya agar tetap menyiagakan jiwa serta raganya demi kepentingan bangsa lndonesia, terutama dalam rangka bersama-sama untuk bangkitdari dampak pandemi COVID-19.

Kita patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penangananatas dampak pandemi COVID-19.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi COVID-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatianyang selama ini diajarkan oleh para pimpinan pesantren (kiai/nyai) kepadasantri-santrinya.

Tidak lupa pula bahwa keteladanan mereka berkontribusiuntuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh Pemerintah.

Kita patut bersyukur karena dua tahun lalu menjelang peringatan Hari Santri 2019, kaum santri mendapatkan 'kado istimewa' berupa pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Undang-Undang tentang Pesantren ini berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.



Sedangkan Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, kalanganpe santren kembali mendapatkan 'kado indah' dari Presiden Joko Widodo berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.


Oleh karena itu, melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama.
Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah subhanahu wata'ala. Amin.
Selaku Menteri Agama, saya patut menyampaikan terima kasih jugakepada seluruh elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke yang hariini sedang bersuka cita merayakan Peringatan Hari Santri 2021

"Demikian sambutan dari Kemenag RI," kata bupati sekadau, pada saat di mimbar pembina upacara

Ditempat yang sama bupati saat diwawancarai awak media, mengucapkan selamat Hari Santri Nasional(HSN) 2021

"Momen ini tentu memiliki sejarah penting bagi kaum santri kususnya kita sebagai warga negara indonesia, semoga santri semakin maju serta berahlak, dan tentunya dapat membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten serta berkebudayaan," tutup Bupati Aron

Penulis: Iwan Soleh