Advertisement
![]() |
| Gambar tangkapan layar dari video yang beredar pada saat krisantus memberikan sambutan dalam sebuah acara |
Penakhatulistiwa.id (Kalbar) -
Krisantus melontarkan kalimat tegas: "Jangan dipikir oleh pemerintah pusat, Kalimantan Barat ini tidak bisa menjadi Papua dan Aceh apabila ketimpangan sosial ini terus terjadi di Kalbar.
Ungkapan ini dimaksudkan sebagai peringatan agar kekecewaan masyarakat daerah tidak memicu gejolak sosial atau riak politik yang besar seperti sejarah masa lalu di Aceh dan Papua jika keadilan tidak merata.
Pernyataan ini juga merupakan Kritik Ketimpangan Kekayaan Alam vs Kemiskinan memprotes keras fakta bahwa Kalimantan Barat sangat kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), termasuk emas, bauksit, batubara, pasir kuarsa, bijih besi, hingga uranium. Luas wilayahnya pun mencapai 1,11 kali Pulau Jawa. Namun, realitanya banyak masyarakat lokal yang masih berada di bawah garis kemiskinan, dan hal ini ia nilai tidak sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.3.
Sorotan terhadap Infrastruktur yang Rusak Parah Untuk menggambarkan ketimpangan tersebut, Krisantus menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Kabupaten Kapuas Hulu. Di pedalaman tersebut, ia harus melewati 34 jembatan rusak di mana setiap mobil yang lewat terpaksa menyusun papan kayu secara manual di atas roda agar tidak terperosok jatuh ke sungai.
Kritik tajam ini disampaikan untuk menuntut perhatian serius dari pemerintah pusat agar hasil investasi dan eksploitasi alam di Kalimantan Barat benar-benar didistribusikan secara adil demi pembangunan fasilitas publik yang layak di daerah pelosok.
Pernyataan menohok ini memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial karena berani menyuarakan kritik tajam dan menuntut perhatian langsung dari pemerintah pusat demi keadilan distribusi hasil bumi Kalimantan Barat.
(Red)
