Advertisement
![]() |
| Terlihat kapal tongkang pengangkut kernil berada diatas pasir ditengah sungai kapuas Sekadau |
Penakhatulistiwa.id (Sekadau) - Sebuah kapal tongkang pengangkut muatan kernil sawit mengalami kandas di alur Sungai Kapuas, wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Minggu 16 Agustus 2026.
Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan menuju Kota Pontianak untuk mengirimkan muatan, namun terhenti karena perairan yang dangkal akibat musim kemarau panjang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kapal tongkang berukuran besar itu kini terjebak di tengah hamparan pasir dan genangan air yang dangkal, jauh dari alur utama sungai yang biasanya dapat dilalui kapal besar.
Seluruh muatan kernil sawit terlihat tertutup terpal hijau untuk melindunginya dari paparan cuaca selama kapal belum dapat melanjutkan perjalanan.
Seorang warga setempat yang berada di lokasi menyampaikan bahwa kapal tersebut sudah kandas sejak satu bulan lalu.
"Air Sungai Kapuas sedang surut sangat dalam, pasir muncul ke permukaan di banyak titik. Kapal yang membawa muatan berat dari hulu menuju Pontianak sering terjebak seperti ini," ujarnya.
Kondisi pendangkalan Sungai Kapuas di wilayah Sekadau memang kerap terjadi setiap musim kemarau. Volume air yang menurun drastis membuat alur pelayaran menjadi sempit dan banyak titik rawan kandas, sehingga sangat menyulitkan pelayaran kapal bermuatan besar seperti tongkang pengangkut hasil perkebunan.
Hingga saat ini, awak kapal masih menunggu naiknya permukaan air sungai akibat hujan atau pasang air agar kapal dapat kembali mengapung dan melanjutkan perjalanan ke Pontianak. Belum ada informasi mengenai kerusakan kapal atau muatan akibat kejadian ini.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pemantauan tinggi muka air sungai dan perencanaan waktu pelayaran yang matang, terutama bagi kapal pengangkut komoditas perkebunan yang melintasi jalur Sungai Kapuas di wilayah Sekadau.
