Juni 02, 2026, 20:55 WIB
Last Updated 2026-06-02T13:55:16Z

Warga Pertanyakan Kualitas Layanan PDAM Sekadau Masalahnya Selalu Pipa Pecah

Advertisement
Kantor PDAM Sirin Meragun Sekadau 


Penakhatulistiwa.id (Sekadau) -  Sejumlah warga wilayah layanan PDAM Sirin Meragun, Kabupaten Sekadau, menyuarakan kekecewaan dan keluhan mereka terkait layanan air bersih yang terhenti selama lebih dari seminggu. Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari akibat aliran air yang sama sekali tidak keluar dari keran. Selasa 2 Juni 2026



 

Menurut keterangan sejumlah warga, gangguan aliran air ini terjadi sejak tujuh hari lalu hingga berita ini diturunkan. Upaya warga untuk menanyakan penyebab dan kapan perbaikan selesai belum mendapatkan jawaban jelas maupun kepastian waktu dari pihak pengelola.




 

Bukan hanya terhenti aliran, warga juga mempertanyakan kinerja manajemen PDAM serta kualitas fasilitas yang digunakan. Hal ini menyusul frekuensi pipa yang sering mengalami kerusakan atau pecah, yang dianggap warga menjadi salah satu penyebab utama gangguan berulang.




 

"Sudah seminggu tidak ada air sama sekali. Kami terpaksa harus membeli air galon atau mengambil air ke tempat lain untuk kebutuhan mandi, masak, dan minum. Ini sangat memberatkan," ujar Bang Fer, salah satu warga.



 

Warga menilai, perbaikan yang dilakukan sering kali lambat dan masalah yang sama terus terulang. Kualitas pipa yang dinilai mudah pecah juga menjadi sorotan, karena hal ini dianggap menjadi sumber masalah yang tak kunjung selesai.



 

"Kami juga membayar iuran rutin, tapi pelayanan yang kami terima tidak sebanding. Kinerja PDAM perlu ditinjau ulang, dan kualitas pipa yang dipakai harus lebih baik agar tidak sering pecah dan mengganggu aliran," tambah warga lainnya.



 

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi maupun pengumuman dari manajemen PDAM Sirin Meragun terkait penyebab gangguan panjang ini dan jadwal pemulihan aliran air sepenuhnya. Warga berharap pihak terkait segera menindaklanjuti masalah ini, memperbaiki sistem perpipaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


 

Warga juga meminta adanya transparansi informasi agar masyarakat tidak bertanya-tanya dan bisa mempersiapkan diri jika ada perbaikan yang direncanakan.