Advertisement
![]() |
| Ninik winarsih direktur travel |
Penakhatulistiwa.id (Sekadau) - Seiring usia nya semakin tua, Pesantren Fajar Belitang terus berpacu dengan program pengembangan usaha untuk menghidupi pesantren nya secara mandiri.
Baru-baru ini, terdengar berita bahwa Tohidin pengasuh pesantren ini mengambil alih kepemilikan sebuah biro perjalanan umroh yang dilepas saham nya oleh pemilik nya. sejak awal berdiri, pesantren ini memang dikenal memiliki jargon kemandirian yang terus dijaga hingga sekarang, dengan bergerak tanpa meminta kepada para donatur.
Untuk memastikan kabar itu jurnalis kami mengkonfirmasi langsung kepada Abah Tohidin pria yang cukup akrab di kalangan publik Sekadau karena banyak peran sentral nya dalam berbagai bidang termasuk pernah menjadi pemberi keterangan ahli pada sebuah sidang di Mahkamah Konstitusi pada beberapa waktu yang lalu, selain juga sebelum nya pernah menjabat sebagai komisioner KPU.
Melalui sambungan telepon Abah Tohidin menjelaskan bahwa beliau mohon doa, memang sedang secara serius melakukan proses take over sebuah biro perjalanan umroh, yang dijual sahamnya oleh pemiliknya.
"masih proses ya, karena semua butuh proses untuk peralihan kepemilikan termasuk pergantian nama perusahaan dan hal - hal lain yang terkait, tapi kita memang serius, dan untuk itu saya sudah mengirim langsung direktur yang saya tunjuk untuk memimpin dan mengelola biro perjalanan umroh ini, untuk mempelajari seluk beluk perusahaan yang akan saya ambil alih tersebut sekaligus melaksanakan ibadah umroh secara langsung untuk supaya kita tidak hanya bicara tetapi terjun langsung pada bidang yang kita kelola dengan serius" demikian jawaban Abah, yang dikenal cukup intens membina masyarakat dan jamaah diberbagai wilayah ini.
Tohidin juga menerangkan kepulangan bahwa direktur perusahaanya sempat terkendala kepulangan ke tanah air, terkait kondisi global yang tidak stabil akibat perang Israel - Iran. Saat bersamaan keberangkatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa biro perjalanan umroh tersebut sangat profesional dan sigap melayani dan mengurus jamaahnya sehingga walaupun sempat sedikit terlambat tetapi semua jamaah termasuk didalamnya Ibu Ninik selalu Direktur yang dikirim dapat kembali ke tanah air dengan aman.
"Alhamdulillah, biro perjalanan umroh ini sangat profesional, ketika ada kekhawatiran sebagian pihak terkait kondisi global khusus nya di Timur Tengah yang tidak stabil, biro perjalanan sigap melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah, jamaah yang sempat tertunda kepulangan nya juga tetap dilayani sebaik mungkin tanpa mengurangi fasilitas apapun dan akhirnya bisa kembali ke tanah air dengan aman, hari ini Jum'at 13 Maret 2026 Ibu Ninik yang saya kirim untuk umroh romadhon sekaligus melakukan survei dan negosiasi untuk pengambil alihan kepemilikan biro perjalanan umroh tersebut tiba di tanah air dengan mengunakan Garuda", demikian ujar beliau lagi.
Terakhir ketika ditanya soal nama biro perjalanan umroh yang dibeli Sang Abah ini menjawab agak diplomatis.
"oh soal nama perusahaan yang saya beli kepemilikan saham nya serta nama baru yang dipake nanti akan kita umumkan ke publik begitu proses TO selesai ya, saya jaga etika, belum selesai proses administrasi tidak enak saya umumkan sekarang, terima kasih dan mohon doanya ya, sehat dan sukses selalu" demikian ayah empat anak ini menimpali.
Diketahui selama ini belum ada biro perjalanan umroh yang kepemilikan nya dimiliki pondok pesantren di Kabupaten Sekadau, sehingga publik menanti informasi lebih lanjut tentang kabar ini dengan serius.
(S/hum)
