November 27, 2025, 19:43 WIB
Last Updated 2025-11-27T12:43:41Z

Isu Begal Hoax! Camat Ng Taman Beri Himbauan; Bijaklah Bermedasos

Advertisement

 

Robi Camat Nanga Taman 

Penakhatulistiwa.id (Sekadau) - Pemerintah kecamatan Nanga Taman bersama Polsek Nanga Taman menelusuri informasi di media sosial,

yang menyebut adanya peristiwa Begal di desa Nanga Kiungkang.


"Kita bersama Polsek Nanga Taman sudah datang ke TKP. Dan memeriksa tempat yang diisukan tempat terjadinya Begal. Kita juga mencari informasi dari masyarakat setempat, kita justru tidak menemukan informasi seperti disebarkan di Media Sosial," ungkap Robi camat Nanga Taman, Rabu (26/11/25)

Camat Robi juga menegaskan bahwa kabar yang beredar sudah dipastikan Hoax. Ia mengingatkan kepada masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial, karena jika disalahgunakan justru merugikan diri sendiri bahkan orang lain.

"Meski kita pelajari dulu informasi yang beredar. Jangan sembarangan share! Pastikan dulu, betul atau tidak? Serta siapa sumber utama informasi tersebut?," tegas Camat.

Sebelumnya Polsek Nanga Taman bersama Pemerintah Desa Nanga Kiungkang langsung melaksanakan patroli dan penyisiran di lokasi sejak pukul 20.00 WIB hingga selesai. Hasil pengecekan memastikan tidak ditemukan tanda-tanda tindak pidana seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut

Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo, melalui Kasi Humas IPTU Triyono, menegaskan foto dan narasi yang dibagikan tersebut tidak benar.

“Informasi yang beredar di story WhatsApp itu tidaklah benar. Tidak ada kejadian begal di Jalan Poros Simpang Desa Nanga Kiungkang,” jelas Triyono, Rabu (26/11).
Triyono mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Ia menekankan bahwa penyebaran kabar tanpa verifikasi hanya memicu kepanikan dan berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama warga Nanga Kiungkang, untuk tetap tenang. Jika menemukan informasi mencurigakan, segera laporkan ke layanan darurat 110 Polri atau langsung ke Polsek Nanga Taman,” tegasnya.

“Kami juga mengimbau warga bijak menyaring informasi, memastikan kebenarannya, dan tidak ikut menyebarkan ulang jika belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian atau pemerintah setempat,” imbuhnya.

(Tim)