November 24, 2021, 17:10 WIB
Last Updated 2021-11-24T10:10:10Z

Bakso Urat "Kang Asep Tea" Rekomendasi Kuliner Bakso Kota Sekadau

Advertisement
PENAKHATULISTIWA.ID, (SEKADAU)-
Bagi Pecinta Kuliner Bakso, Tentu Sudah Sangat Ahli Dalam Menilai Soal Cita Rasa Dari Bakso Tersebut,  Tak Perlu Dijelaskan Lagi Apa Bahan Utama Pembuatan Bakso, Yang Pasti Terbuat Dari Tepung Dan Daging Giling, Boleh Daging Sapi Atau Daging Ayam.

Rasanya pun berpariasi, beda tempat beda rasa, begitulah kira-kira, Kali ini Penakhatulistiwa.id mencoba merekomendasikan bagi pecinta bakso. kususnya di kota Sekadau, tepatnya jalan merdeka barat  atau jalan sanggau  Bakso Urat Kang Asep Tea, namanya
Warung Bakso milik Kang Asep ini, buka mulai pukul 07:00 pagi, sampai habis,  menunya pun berpariasi ada Bakso Iga Sapi, Bakso Urat, Bakso Telur, Mie Ayam Bakso, Mie Ayam, Hingga Lamongan, seperti pecel ayam dan lele.

Bila kalian ingin datang ke sini(Warung Bakso Kang Asep Tea) jangan hawatir akan merogoh kocek, anda cukup siapkan Rp 25,000 dua puluh lima ribu, anda sudah bisa menikmati salah satu menu pilihan anda sendiri, 
         "Tempatnya bersih dan nyaman, dan kalau kita makan baso biasanyakan keringetan tuh, disini enak, adem kipas          anginya kenceng," kata Wati salah seorang pelanggan 

Wati mengatakan, dirinya selalu memilih menu Mie Ayam Bakso, "selain bisa menikmati Mie Ayamnya saya juga bisa menikmati Baksonya," ungkap Wati

Wati, juga mengatakan bagi pecinta kuliner bakso dirinya sulit mengaplikasikan soal rasa, yang jelas menurutnya dirinya suka bakso di Warung Bakso Kang Asep Tea.

"Setiap momen saya ke sini, selain harganya terjangkau rasanya juga enak, porsinya bikin kenyang," ungkap Wati
Menurut bocoran dari istri Kang Asep, 
Warung Bakso miliknya bisa meraih Omzet 3 juta rupiah per hari, dan menghabiskan daging sapi segar sebanyak 6 kilo gram, tetelan sebanyak 3 kilo gram setiap harinya,  omzet ini sudah masuk kategori cukup besar ya sobat, untuk sebuah usaha kuliner di kota yang baru berkembang seperti sekadau ini, apalagi perekonomian masyarakat baru mulai bergerak setelah penerapan PPKM bersekala besar sehingga ekonomi saat itu sangat terpuruk.

Namun warung Bakso milik kang Asep ini masih eksis, dan bertahan


Selamat mencoba.

Redaksi