April 24, 2026, 16:32 WIB
Last Updated 2026-04-24T09:32:57Z

Ibu Ninik, kisah Perempuan Cantik, Pengolah Limbah Pangan MBG menjadi pupuk organik

Advertisement

 

Ninik Winarsih 

Penakhatulistiwa.id (Sekadau) - Ninik Winarsih seorang P3K dengan jabatan penata pada KUA Kecamatan Belitang, perempuan cantik berdarah Jogjakarta ini memiliki kisah menarik untuk menjawab kritik dan protes masyarakat terhadap program prioritas utama Presiden Prabowo yaitu program MBG.





Ditangannya  yang  tumpukan limbah pangan sisa bahan makanan yang tidak terpakai dari SPPG SEKADAU BELITANG, BELITANG SATU yang terletak di pondok pesantren yang ia asuh. Limbah tersebut disulap menjadi pupuk organik yang sangat bermanfaat.




Saat ditemui oleh jurnalis pada Jumat 24 April 2026 selepas sholat Jum'at, Ibu Ninik, panggilan akrabnya ini, sedang sibuk menggali lubang-lubang tanah di sekitar lokasi pesantren, Ia ditemani oleh anak perempuan nya yang lucu yang sering dipanggil Balqis si putri gerhana karena memang lahir tepat saat detik-detik terjadi nya gerhana bulan total kurang lebih 7 tahun yang lalu.




Ketika ditanya untuk apa lubang-lubang itu Ibu cantik ini menjelaskan bahwa itu lubang dibuat untuk menampung limbah Pangan sisa bahan makanan dari SPPG di pesantren nya, untuk kemudian ditimbun dan dijadikan pupuk serta ditanami.



"Jadi di SPPG BELITANG SATU ini kan ada 2 orang petugas khusus kebersihan, oleh petugas kebersihan itu sudah dipisahkan mana limbah sisa bahan makanan dan limbah plastik, nah limbah sisa bahan makanan itu saya olah , saya tampung di lubang-lubang ini, lalu saya timbun, beberapa hari kemudian nanti akan jadi pupuk organik" demikian sang Ibu menjelaskan.



Lalu ketika ditanya untuk tanaman apa saja pupuk organik itu digunakan, Ibu Ninik menjelaskan bahwa setiap hari SPPG BELITANG SATU itu menyerap banyak sekali kebutuhan bahan baku makanan seperti sayur dan bumbu-bumbu masak, dan dia memimpin para Ibu Majelis Ta'lim muslimat di sekitar SPPG yang diasuh nya untuk menanam bumbu seperti jahe, kencur, laos, serai dan lain sebagainya, juga sayur mayur.




"kebutuhan bahan makanan SPPG BELITANG SATU ini sangat Besar setiap hari nya ini sangat bermanfaat bagi kami ibu-ibu di sekitar SPPG, saya memimpin Ibu - Ibu pengajian MUSLIMAT NU yang saya asuh untuk menanam bumbu seperti jahe, kaos, serai, daun salam, daun jeruk, kencur dan lain sebagainya, dan juga menanam sayur, semuanya kami jual ke Mitra Garuda Fajar Belitang yang ada di Pesantren kami ini, untuk selanjutnya disalurkan ke SPPG BELITANG SATU ini" demikian Ibu menambahkan dengan diiringi senyum nya yang sangat menawan.




Ibu Ninik Winarsih ini sejatinya bukan perempuan biasa dia istri dari Pimpinan Pesantren Fajar Belitang, dia juga pengasuh pesantren tersebut, di sisi lain beliau juga pegawai Kemenag di KUA Kecamatan Belitang, hanya karena bertani dan bercocok tanam adalah memang hobi nya sejak masih remaja makanya dia tidak segan turun langsung ke lapangan mengolah limbah , mencangkul, menanam, memupuk dan memanen, apalagi sekarang ada peluang besar dimana penjualan hasil tanaman nya itu ditampung keseluruhan nya untuk kebutuhan bahan baku makanan di SPPG.




"Manfaat SPPG ini memang luar biasa, sampah organik kami jadikan pupuk, untuk tanaman yang juga kami jual ke SPPG, sampah plastik kami proses dibuat paving blok, limbah jelantah  juga dikumpulkan untuk dijual kembali ke Pertamina untuk dibuat biosolar, sehat terus Bapak Presiden Prabowo, kami sangat mendukung program MBG sebagai program prioritas utama Bapak Presiden, program ini sangat banyak manfaatnya bagi kami kaum emak - emak khusus nya dan masyarakat pada umumnya". Demikian tutup Ibu cantik beranak empat ini sambil menunjukkan tanaman jahe dan sayuran nya.


( Angga S ).

TrendingLihat lainnya