April 22, 2026, 16:12 WIB
Last Updated 2026-04-22T09:14:59Z

Bang Irul, Putra Daerah Alumni Lirboyo Siap! Nahkodai NU Sekadau

Advertisement
Foto ustad Khoirul Muslimin (Bang Irul) sorban hijau khas santri NU saat mengisi pengajian di kompleks jalan Pasundan 


Penakhatulistiwa.id (Sekadau) - Meski kepengurusan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Sekadau telah berakhir pada Desember 2025 lalu, belum terdengar kabar pengajuan konferensi dari PCNU kabupaten Sekadau.

Meski begitu nama bakal  kandidat calon PCNU kabupaten Sekadau untuk priode 2026-2031 sudah mulai bermunculan. Kabar ini datang dari pemuda bernama lengkap Khoirul Muslimin.  Pria berdarah Melayu Belitang dan Lombok ini kabarnya siap maju untuk Nahkodai NU di Sekadau.

Irul sapaan akrab pria kelahiran Belitang ini juga merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Meski tidak memiliki rekam jejak memimpin organisasi Irul dianggap layak maju dengan segudang ilmu dan jiwa religius yang mumpuni. Irul juga merupakan anak dari mantan kepala desa yang juga merupakan tokoh NU setempat


Irul kini aktif mengisi berbagai pengajian rutin untuk semua kalangan baik ibu-ibu hingga pemuda. Meski majelisnya belum terbentuk, namun fanatisme jamaah terlihat cukup antusias.

Lantas, apa yang membuat bang Irul siap maju menjadi ketua PCNU kabupaten Sekadau?

Irul menyebut bahwa NU perlu penyegaran pada sistem kepengurusan, bukan menyalahi sistem kepengurusan yang lama, hanya saja menurutnya perlu ada gebrakan baru.

"Gebrakannya ya begini, kita yang muda harus berani maju," Ujar Irul saat ditemui usai mengisi kajian rutin di jalan Pasundan km 4 desa Mungguk. Rabu (22/04/26)

Irul menegaskan selain keberanian, dirinya juga sudah mempersiapkan apapun resiko dan tantangan yang relevan dengan era saat ini.

"Saya sangat memahami, bahwa berani saja tidak cukup. Tentu untuk memimpin organisasi besar seperti NU ini bukanlah hal yang mudah. Saya musti harus mampu beradaptasi dengan tokoh-tokoh sepuh dan menerima segala nasehatnya," tambahnya

Kata Irul, menerima saran pendapat dari para guru dan tokoh NU, untuk kepentingan organisasi itu lebih baik daripada harus membuat kebijakan sendiri tapi tanpa dukungan.

"Saya tidak memiliki pengalaman dalam memimpin organisasi. Tapi dari semua yang telah saya pelajari, saya yakin dan insya Allah saya mampu," ungkap Irul

Irul juga mengaku, tidak memiliki kepentingan politik maupun pribadi atau salah satu kelompok. Keinginan ini murni untuk berkhidmat sesuai perintah para ulama pendahulu NU.

"Saya ini santri mas, baru keluar dari pondok, materi pelajaran kitab saya di pondok masih terngiang-ngiang di telinga. Apalagi saya ini tidak punya beban dalam hal ekonomi alias belum bekerluarga, makanya saya katakan bahwa saya tidak memiliki kepentingan apapun dalam rencana saya maju dalam pemilihan ketua NU di Sekadau ini," pungkas Khoirul.


(As/Jk)

TrendingLihat lainnya