Advertisement
![]() |
| Tohidin S.Ip (Aktivis, Tokoh Agama, Mantan Kasatkorwil Banser Kalbar, Ketua Aktif PCNU kabupaten Sekadau) |
Penakhatulistiwa.id (Sekadau) - Polemik terkait MBG sebagai program prioritas utama Presiden Prabowo terus bergulir. banyak pihak mulai dari pengamat politik sampai ekonom memberikan masukan dan kritik, apalagi ketika keadaan geopolitik dunia yang tidak stabil akibat penutupan selat hormus sebagai akibat perang di teluk persia.
Menanggapi hal tersebut salah seorang tokoh Sekadau yang kerap malang melintang di dunia pergerakan dan organisasi ikut berkomentar.
Minggu 19 April 2026, disela - sela waktu luangnya setelah menghadiri halal bihalal yang digelar oleh kaum pergerakan yang diiniasi oleh tokoh lintas organisasi pemberdayaan masyarakat. Tohidin yang juga cukup dikenal punya cukup intens mendampingi masyarakat dengan terjun langsung ke lapangan, memberikan pendapatnya bahwa sebetulnya memang banyak masyarakat belum mendapatkan informasi yang cukup lengkap terkait program tersebut.
"masyarakat memang harus terus menerus diberikan informasi yang lebih lengkap terkait kompleksitas manfaat dari program MBG itu, seperti masyarakat itu bisa memanfaatkan SPPG sebagai tempat konsultasi gizi bahkan termasuk konsultasi bagi yang kepingin diet, diluar itu juga masih belum tersampaikan dengan baik soal misalnya manfaat ikutan dari program tersebut seperti pengolahan limbah pangan menjadi pupuk organik, pengolahan minyak jelantah menjadi biosolar, termasuk bahwa sebetulnya pemerintah menghendaki agar ada program terpadu antara SPPG dengan program ketahanan pangan seperti penyediaan bahan pangan, bumbu, buah, telur dan daging oleh masyarakat setempat, jika informasi ini sudah tersampaikan dengan baik insyaallah masyarakat tidak hanya mendukung tapi juga akan berterima kasih" demikian ujar nya.
Tohidin juga menjelaskan bahwa diluar itu juga sebetulnya masyarakat masih belum dapat informasi maksimal terkait keinginan pemerintah menerapkan apa yang disebut dengan kapitalisme negara yang dimaksudkan untuk mengurangi dominasi kekuatan kapitalisme liberal yang cenderung lebih menguntungkan segelintir orang, dalam hal ini negara ingin agar negara hadir untuk ikut mengendalikan khusus nya monopoli pasar atas bahan pangan yang merupakan kebutuhan sangat mendasar bagi masyarakat.
Memang diketahui bahwa ditengah maraknya ketimpangan sosial akibat dari kapitalisme liberal beberapa negara seperti China dan Singapura memilih menerapkan konsep kapitalisme negara yang terbukti lebih adil dan lebih menjamin kesejahteraan masyarakat Setelah kapitalisme liberal terbukti gagal mencapai hal itu di banyak negara di berbagai belahan dunia.
